Bukti semakin banyak, Psikolog Dedy Susanto makin kuat mengelak - ourviewpoint

Breaking

Sunday, February 16, 2020

Bukti semakin banyak, Psikolog Dedy Susanto makin kuat mengelak



Jakarta-Ourviewpoint, 2 hari ini kita dihebokan oleh kasus seorang psikolog ternama bernama Dedy Susanto atau yang dikenal sebagai Paduka, Psikolog yang sangat pupuler di media social Instagramnya /@dedysusannto yang ternyata melakukan tindakan tidak terpuji kepada para pasiennya dengan abal-abal terapi privasi di dalam hotel pada setiap kota yang ia kunjungi. Kasus ini merupakan pelecehan sexual atau sexual harassament kepada perempuan yaitu para pasien yang ingin terapi karna depresi,luka batin yang menggagu psikolog mereka.

Semua bermula dari cuitan seorang selebgram yang juga dulu dipenuhi kontrofersi yaitu revina /@revintavt membuat korban-korban Dedy mengaku dengan mengirimkan Revina pesan Instagram lalu diposting pada instrastory nya, dengan bantuan magic of sosmed masalah ini menjadi perbincangan hangat untuk saat ini. Melalui IG Story  mengatakan kalau dedy merupakan psikolog gadungan dengan tidak terbuktinya sarjana yang dedy peroleh itu. Banyak sekali artis atau selebgram yang ikut mendukung revina mengorek kasus tidak terpuji ini.

Fakta sekarang muncul instagram khusus membantu untuk para korban agar nyaman dan mudah untuk speak up yaitu @korbandedysusanto yang sekarang tumbuh pesat dengan followers saebanyak 27,5 K dan 36 postingan yang  berisi percakapan antara Dedy dengan korban serta kronologis yang terjadi. Hal ini akan terus berkembang dimana psikolog itu sangat sering melakukan terapi diberbagai kota.

Sementara Dedy yang sedang menjadi omongan, ia semakin kuat mengelak , ia mengatakan bahwa semuanya fitnah dan percakapan antar korban adalah editan sementara. Ia juga masih aktif di instagram seperti tidak terjadi apa-apa serta tidak mengganggu jadwalnya dengan  masih membuka sesi terapi seperti biasanya.

Dengan bukti yang semakin banyak, tidak sedikit netijen yang masih membela psikolog itu karna status revina yang memviralkan kasus ini juga memiliki image kurang baik dimata netijen.
Saat ini belum ada yang melapor kepada pihak berwajib entah dari pihak Dedy, Revina atau para korban sendiri. Jika ini terbukti benar, tentu akan menjadi kasus besar tahun ini.

Kita pantau perkembangan kasus ini. Semoga semuanya berjalan lanjar, siapa yang salah harus mendapatkan hukuman yang setimpal. Kita juga harus perlu waspada, jika ingin terapi psikolog sebaiknya dengan sesama jenis agar  lebih aman dan nyaman. Reporter: Han

No comments:

Post a Comment